Semua orang pasti ingin menjadi istimewa, akan tetapi sudah kita pahami bahwa orang yang istimewa pasti jumlahnya lebih sedikit dari orang biasa. Yang sedikit memang belum tentu baik, tapi yang baik pasti jumlahnya sedikit. Jika kita menginginkan untuk menjadi yang istimewa, maka ada tips yang bisa kita pakai untuk menilai apakah kita termasuk yang istimewa

1.     Coba renungkan, apakah anda termasuk dari yang sedikit atau yang banyak? Shalat shubuh di masjid  secara berjamaah pasti lebih sedikit dibanding seluruh masyarakat yang ada di sekitar masjid, maka jika anda memastikan hadir shalat Shubuh berjamaah berarti anda menggolongkan diri menjadi yang Istimewa, banyak wanita yang tidak mau menutup auratnya dengan sempurna dan kebanyakan wanita malah memamerkan auratnya, bila anda menutupnya dan tidak membiarkannya dilihat selain kepada suami anda, maka anda adalah orang yang Istimewa. Banyak contoh lainnya, maka jadilah golongan yang sedikit

2.      Pengorbanan  yang diperlukan untuk menjadi istimewa jelas lebih banyak dari pada menjadi Biasa,, oleh karena itu, tidak banyak yang memilih untuk menjadi Istimewa, maka pengorbanan pun harus dipersiapkan. Rasulullah dan para sahabat berkorban sangat banyak untuk menjadi yag Istimewa, pengorbanan memang menjadi sesuatu yang sangat sulit, karena itulah yang menjadikan kita Istimewa

Keputusan ada di tangan kita,hidup adalah pilihan dan kita bebas menentukannya. Biasa atau Istimewa? Apabila kita memilih untuk menjadi istimewa maka Konsekuensi yang berat akan menanti kita, dan kita harus siap menjadi orang yang jumlahnya sedikit dan “aneh” bagi sebagian manusia. Namun, ada pula kabar gembira tentang resiko bagi orang orang yang istimewa, bahwa mereka tidak hanya sedikit jumlahnya di dunia, tetapi juga sedikit di akhirat kelak 

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (7: 179)

Hidup mana yang akan kita pilih? Hidup seperti apa yang akan kita jalani? Pada hakikatnya Allah SWT pun menyediakan 2 jalan bagi kita, sekaligus memberikan tuntunan bagi kita untuk mengembil jalan yang “sukar” bukan jalan yang “mudah”


 
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,Tetapi Dia tiada menempuh jalan yang mendaki dan sukar  (al balad 10-11)

Labels: