larangan cadar di Unpam
larangan cadar di Unpam
Salah satu perguruan tinggi di Indonesia, Universitas Pamulang (Unpam) mengeluarkan aturan berpakaian bagi Civitas Akademikanya di lingkungan kampus. Salah satu aturan tersebut adalah larangan menggunakan cadar di lingkungan kampus Unpam.

Aturan ini tentu saja mengundang reaksi dari Netizen, banyak pihak yang menyesalkan aturan dari pihak pimpinan Unpam, bahkan tak sedikit pihak yang mengecamnya.

Menanggapi berbagai reaksi ini, pimpinan Unpam mengatakan bahwa larangan bercadar ini memang sudah aturan kampus. 

“Ini aturan ‘rumah tangga’ saya. Kebetulan Unpam ini kampus swasta. Ini kampus saya, saya yang punya aturan,” katanya saat ditemui wartawan Kiblat.net di Unpam, Pamulang, Tangerang Selatan pada Rabu (09/08)

“Jadi yang bisa ngikutin aturan saya di rumah tangga kita ya silahkan, Kalau yang tidak mau ikutin aturan sini otomatis kita sanksi. Kita keluarkan, ” sambungnya.

*Melanggar Hak Bagi Penganut Agama untuk Menjalankan ajaran Agamanya

Terlepas dari berbagai masalah perbedaan pendapat Ulama tentang cadar, Cadar adalah bagian dari ajaran Islam. Tidak ada satupun Ulama Mazhab yang berpendapat bahwa Cadar bukan ajaran Islam.
Cadar juga bukan budaya arab. Cadar adalah budaya Islam. Sehingga “Salah” sekali jika pihak pimpinan Unpam melarang Cadar, karena hal tersebut berarti melarang bagi penganut agama untuk menjalankan ajaran agamanya. Padahal jelas sekali Hal ini dijamin dalam UUD dasar 1945,:

“Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.”

Jelas sekali dalam hal ini, pihak pimpinan Unpam telah mencederai terselenggaranya proses HAM di lingkungan kampus perguruan tinggi. 

*Sebuah Kesombongan

Menarik sekali jika kita perhatikan pernyataan pihak pimpinan Unpam etika menanggapi Reaksi terhadap larangan cadar tersebut, “Ini aturan ‘rumah tangga’ saya. Kebetulan Unpam ini kampus swasta. Ini kampus saya, saya yang punya aturan,”.

Jujur saja, pernyataan tersebut terkesan sangat sombong. Kita bisa menilai pernyataan tersebut dari 2 sudut pandang. Sudut pandang keimanan sebagai seorang muslim dan sudut pandang sebagai seorang warganegara yang peduli terhadap hukum.

Sebagai seorang muslim, seharusnya sadar bahwa apa yang kita miliki semuanya dari allah. Termasuk kekuasaan yang diberikan untuk memimpin. Lantas ketika kita berkata “ini kampus saya, saya yang punya aturan” tentu ini berupa penentangan terhadap Allah. Padahal Allah saja tidak pernah melarang siapa saja termasuk non muslim untuk beribadah. Rasulullah bahkan mengecam siapa saja yang mengganggu seorang non muslim, “barang siapa yang menyakiti seorang ahlu dzimma, maka ia telah menyakitiku”. 

Sebagai seorang warganegara yang peduli terhadap hukum, pernyataan tersebut juga terkesan sombong. Karena negara ini juga tidak melarang warganegaranya yang muslimah untuk berbusana menggunakan cadar. Kebebasan untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing dijamin dalam UU. Lantas ketika ada yang berkata “ini kampus saya, saya yang punya aturan” tentu merupakan pelanggaran terhadap Hukum yang yang berlaku di Negara ini.

*Tak Sesuai Pancasila

Jika pemerintah memang serius memberantas hal-hal yang tak sesuai pancasila, tentu pemerintah akan peka terhadap hal ini, karena hal ini tentu menganggu, memecah bela, dan mengganggu kenyamanan terhadap hak-hak manusia.

Pemerintah baru-baru ini mencabut badan Hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pemerintah berkilah bahwa HTI tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, mengganggu, memecahbelah dan intoleransi. Jika pemerintah sangat bersemangat memberantas siapa saja yang ia anggap tidak sesuai pancasila, apa pelanggaran HAM ini akan menjadi perhatian pemerintah? Kita pantau saja selanjutnya!



Labels: , ,