pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada allah swt

Saat Nabi SAW mendengar kabar kedatangan mereka (yakni Bani Abd al-Asyal), nabi menghampiri mereka dan berkata, ”Apakah pada kalian ada sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian bawa?”, rombongan tersebut bertanya, “bagaimana dengan engkau?”.
Rasulullah SAW menjelaskan, “saya adalah utusan Allah, Allah mengutus saya untuk segenap manusia”, kemudian rasul menjelaskan tentang Islam dan membacakan kepada mereka Al-Qur’an.

Kemudian seorang remaja bernama Iyas (bagian dari rombongan) berkata, “wahai kaum, demi Allah, ini lebih baik dari pada apa yang kalian bawa”.

Abu Haitshar (bagian dari rombongan) kemudian mengambil segenggam pasir dan melemparkannya ke wajah Iyas.

***
Kisah ini sudah 1400 tahun lewat, nama Iyas dan rombongannya masih tercatat. Diceritakan di berbagai kajian untuk mengambil pelajaran dari dakwah Nabi SAW dan sahabat serta sikap masyarakat

***
Iyas remaja yang menerima seruan Islam, ia paham bahwa Islam solusi untuk penduduk Yastrib....lebih baik daripada apa yang mereka bawa dan mereka cari..... namanya dijadikan pelajaran kebaikan bagi generasi yang datang kemudian.... walau masih muda, ia berani bersuara, meski dibalas dengan pasir dilemparkan ke muka..... tak mengapa.

***
Abu al-haisar melempar pasir ke wajah Iyas, ia tak setuju dengan apa yang dikatakannya.... namanya tercatat dan dijadikan pelajaran bahwa tak selalu yang “tua” yang “berkedudukan” yang “ternama” mampu memberi solusi untuk kaumnya sesuai petunjuk yang datang dari Rabb semesta alam.

***
Adakah yang bercita-cita menjadi abu al-haisar di masa kini?, mengikuti jejaknya agar kelak bisa dikenang oleh generasi mendatang, “oh itu rupanya mereka yang pernah menolak Islam sebagai solusi bagi kehidupan”.

Bila umurnya sampai pada saat kebangkitan Islam datang, bukankah ia akan menyesal, malu bahwa ia pernah menolak sesuatu yang berharga, sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupannya. Oleh karenanya, sebelum terlambat, sudilah mendengarkan dari para syabab (pemuda) yang dengan santun dan rinci menawarkan solusi untuk negeri ini, solusi yang lahir dari akidah Islam yang murni, solusi untuk menhadapi segala persoalan yang terjadi.


(kisah dari kitab tarikh al-Islami, Imam Adz-dzahabi, juz 1, hal 288)

Labels: