oleh : Emeralda Noor Achni

Saya mengaku saya mantan feminis. Semenjak mengkaji Islam, saya sadar kalau pemahaman saya dahulu sangat bodoh.

Kenapa dulu menjadi pendukung feminisme? Atas nama feminisme saya mendapatkan pembenaran untuk tak perlu menutup aurat, bebas pacaran, bebas sebebasnya untuk melakukan apa saja dan menjadi apa saja yg saya mau.

Tubuh gue, aurat gue, dosa gue, urusan gue. Kenapa harus diatur selain kehendak gue?.

Dulu saya setuju dg doktrin pakaian wanita bukan penyebab pelecehan, yg berpakaian tertutup saja masih bisa jadi korban pelecehan kok.


Ibarat kita mau nyetir melewati jalan pegunungan yg licin, berkabut, sisinya jurang, mau selamat ga? Maka kita pasti akan nyetir dg hati-hati mengikuti rambu-rambu keselamatan, ga main terobos pagar pengaman, right?.


Nah yg sudah berhati-hati pun bisa saja kena tabrak, apalagi yg sembarangan terabas-terobos, nyari mati namanya kan? Dan bukan hanya merugikan dirinya sendiri, tapi bisa jadi karena kesembarangannya itu menyebabkan mobil lain yg sudah berhati-hati ikut celaka juga.

Sampai di sini anda akan memahami perumpamaan ini, jika mengkaji tentang garizah/naluri manusia, bagaimana ia dibangkitkan, bagaimana meredamnya, dan bagaimana syariat Islam mengatur sedemikian rupa agar penyalurannya yg terbaik bagi manusia yaitu dgn cara halal, serta menutup celah terjadinya penyimpangan yg akan mengakibatkan kerusakan pada manusia.


Begitulah sebenarnya fungsi syariat, ibarat pagar pengaman dan rambu keselamatan agar manusia terhindar dari keburukan.


Mungkin ada pendukung feminis yg memiliki kegelisahan tentang masalah wanita, namun belum pernah memahami solusi selain feminisme? Maka cobalah mengkaji Islam dg kerendahan hati, kesampingkan hawa nafsu, insya Allah kita akan menemukan kebenaran, bukan sekedar pembenaran.

Syariat adalah jalan kebebasan hakiki. Bebas dari penghambaan dunia dan mahluk, menjadi hanya menghamba pada Allah sang pemilik tubuh ini.

Bagaimana mungkin kita bisa sombong merasa sebagai pemilik tubuh ini? Padahal bukanlah kita yg mengendalikan lahir & matinya kita dg tubuh ini.

Padahal kalau mau menggunakan akal sehat, harusnya sadar, yg tertutup saja bisa kena pelecehan apalagi yg buka-bukaan, right?. 


sumber : IG @benefiko


baca juga : Hanya Islam yang memuliakan Perempuan

Labels: