Dalam salah satu riwayat, di sebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW hendak pulang dari suatu tempat, terlihatlah seekor kucing yang sedang tidur dengan anak-anaknya di atas jubah yang hendak Rasulullah SAW pakai. Beliau memerhatiakan makhluk Allah yang sedang tertidur dengan pulas tersebut. Karena enggan membangunkannya, beliau memilih memotong sebagian jubah beliau hingga tidur kucing-kucing tersebut tidak terganggu. 

Tidur lelap adalah salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT dan beliau rupanya tidak layak menganggu makhluk Allah yang sedang merasakan nikmat tidur tersebut. Adakah perilaku mulia terhadap hewan ini kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari? Adakah kasih sayang dan lemah lembut kita pada hewan yang juga menjadi penghuni plenet ini? Umat islam tentu tau, Rasulullah SAW bukanlah nabi yang bergelimangan dengan harta, bisa jadi jubah tersebut adalah satu-satunya yang beliau miliki, namun pengorbanan demikian tidaklah berat baginya. Maka jika akhlak beliau terhadap hewan seperti kucing saja sedemikian tingginya, bayangkan dengan akhlak beliau terhadap manusia dan penciptanya, dan hal ini dinyatakan dalam Al-Quran:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“sesungguhnya telah ada pada diri rasulullah suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang-orang yang mengharap rahmat dari Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah” (al ahzab:21)

Namun, kadangkala kita yang mengaku sebagai umatnya sering berbuat semena-mena terhadap hewan, ada yang kita adu-adu, kita siksa, kita bunuh dan sakiti hanya untuk kesenagan semata. Burung-burung yang terbang kita ketapel atu dihujani dengan peluru angin, ayam kita adu sampai meregang nyawa. bahkan kucing, ketika ia mengeong meminta makanan, kita tendang begitu saja. Padahal sebagian besar kaum muslimin pernah mendengar riwayat tentang seorang pelacur yang diampuni Allah SWT karena menolong anjing yang sedang kehausan.

Banyak di beberapa negara yang memiliki industri bulu binatang seperti cina, si binatang (contohnya rubah) di kuliti hidup-hidup untuk mempersingkat waktu dan mempermurah biaya, tanpa perduli dengan sakit dan derita yang di alami si hewan yang bersangkutan. Metode menghabisi binatang-binatang yang diambil manfaat dari tubuhnya ini pun di bunuh dengan cara yang malang, mereka di bunuh dengan gas beracun, di eksekusi lewat listrik, ada juga yang di patahkan lehernya dengan di injak, dan juga ada yang langsung saja di masukkan kedalam mesin penggilingan. Ternyata masih ada manusia yang tega melihat makhluk lain tersiksa demi keuntungan materi. [www.risalahpos.com]

Labels: