Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo menegaskan bahwa peresmian kantor Kedubes AS di Al Quds sesuai dengan jadwal yang telah disepakati kedua negara, yaitu tanggal 14 Mei mendatang.

Pernyataan ini dilontarkan usai bertemu dengan PM Zionis Israel, Benjamin Netanyahu di Tel Aviv, dalam acara kunjungannya ke Israel pada hari Minggu (29/04) kemarin, membahas isu perpindahan kantor kedubes AS dan krisis Syiah Iran di Kawasan, lansir Aljazeera.

Dalam keterangan persnya, Menlu AS ini menyatakan bahwa Amerika Serikat atas Al Quds sebagai ibu kota Israel adalah pengakuan atas kenyataan.

Arab Saudi, Israel, dan Yordania pada hari Senin (30/04) ini, menjadi 3 negara tujuan kunjungan kenegaraan Menlu AS dalam memobilisasi dukungan melawan Iran sebagai musuh bersama antara Washington dan Tel Aviv, yang mengarah ke sanksi baru terhadap Teheran.

Mike Pompeo menggambarkan senjata nuklir Iran sebagai “bahaya terbesar bagi dunia” dan menekankan bahwa jika kesepakatan nuklir Iran tidak diubah, Amerika Serikat akan menarik diri dari kesepakatan tersebut.

Sabtu 12 Mei 2018, Presiden Amerika Serikat akan datang berkunjung ke Israel dalam rangka peresmian kantor kedubes AS yang baru di Al Quds, sebagai bentuk pengakuan kota suci ketiga umat Islam ini menjadi ibukota Yahudi Israel.

Sumber : Aljazeera

Labels: ,