Profesor Suteki seorang dosen di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro kembali dilakukan secara semena-mena.  Dosen yang mengajar mata kuliah Pancasila selama 24 tahun ini tidak diperbolehkan lagi mengajar Mata Kuliah Pancasila.

Pihak Tim MK Pancasila di FH Undip memberi alasan larangan Prof Suteki untuk mengajar MK Pancasila tersebut dikarenakan adanya ketakukan masyarakat/orang tua dan dikarenakan ketakutan yang meluas yakni Radikalisme.

Melalui akun Facebook nya Prof Suteki menyatakan keheranannya. Seharusnya melalui Hukum Acara seseorang dibuktikan dugaan atas kesalahannya. Beliau diduga melakukan pelanggaran kode etik dan disiplin pegawai. Dasar-dasar dugaan ini belum dibuktikan kebenarannya. Lantas bagaimana hukum akan ditegakkan?

Sebelumnya Prof Suteki dinonaktifkan dari jabatannya sebagai pengajar beberapa Mata Kuliah di Fakultas Hukum Undip karena diduga melakukan tindak penyebaran radikalisme di kampus. Dugaan tak beralasan ini ada karena penilaian Kemenristekdikti dikarenakan beliau yang menjadi saksi ahli dalam Judicial Review Perppu Ormas dan sidang PTUN HTI. [risalahpos]

Labels: ,