Dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan dinamika, manusia tidak bisa luput dari yang namanya perubahan sosial. Perubahan sosial ini terjadi dipengaruhi berbagai hal, ia bisa sebagai sesuatu yang terjadi secara alami begitu saja dan ia juga bisa sebagai reaksi dari masyarakat atas suatu masalah. Saya tidak ingin masuk pada perselisihan apakah ia terjadi secara alami tanpa kemauan masyarakat sebagai pelaku atau ada tekanan dari luar dan dorongan dari dalam masyarakat itu sendiri. Tetapi saya berkeyakinan bahwa perubahan sosial terjadi atas reaksi yang timbul dari rentetan-rentetan masalah, sebagaimana yang dialami oleh bangsa Indonesia dikurun waktu awal abad 20.

Sebelum memiliki kesadaran untuk merdeka, masyarakat di nusantara hidup dalam tekanan penjajahan Belanda dalam kurun waktu yang lama dan Jepang yang relatif singkat. Waktu manuver penjajahan dilakukan oleh Belanda, awalnya masyarakat nusantara bukanlah sebuah perpaduan berbagai etnis yang menyatukan diri sebagai entitas besar bernama bangsa Indonesia. Ia hanyalah etnis-etnis kecil yang dipisahkan oleh perbedaan-perbedaan yang dimiliki. Ada etnis Jawa dengan corak sosial dan kebudayaannya. Ada Sunda yang juga memiliki corak sosial dan kebudayaannya sendiri. Dan etnis-etnis lain yang juga berbeda dalam berbagai hal satu sama lain. Pada intinya mereka hidup dalam lingkaran kecil yang saling berjarak.

Semakin kuatnya tekanan-tekanan imprealisme dan penjajahan Belanda di Nusantara membuat masyarakat mengalami proses penderitaan yang panjang dan merasa terzalimi. Perasaan dalam diri masayarakat itu kemudian menimbulkan ide kemerdekaan dari masyarakat di nusantara atas reaksi dari manuver penjajahan Belanda. Hal itu tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua etnis saja, melainkan seluruh etnis di bumi nusantara yang ikut merasakan penjajahan Belanda.

Apa yang dialami oleh etnis-etnis tadi pada akhirnya menimbulkan kesadaran baru bahwa mereka memiliki kesamaan nasib dan semangat untuk melawan penjajahan. Kesadaran ini kemudian menciptakan kesadaran baru lagi bahwa imprealisme dan penjajahan tidak lagi bisa dihadapi oleh etnis-etnis kecil. Hanya ada satu jalan keluar bagi mereka: yaitu menyatukan kekuatan dan meleburkan kesemua elemen dalam satu simpul yang lebih besar dari sekedar simpul primordial selama ini.

Disinilah tantangan yang harus dihadapi bagi semua etnis yang ada. Maukah mereka mengintegrasikan kekuatan mereka untuk melawan penderitaan yang selama ini dirasakan dan mengesampingkan ego primordial masing-masing. Beruntungnya kegalauan mereka berakhir dengan terbentuknya identitas baru di awal abad-20. Mereka menjadi kesatuan yang bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa Indonesia. Itulah sebentuk hasil pergulatan mereka yang melampaui batas-batas teritorial dan ego masing-masing etnis.

Hasrat untuk merdeka dan melawan penjajahan menyentuh kesadaran dalam diri mereka untuk membentuk kekuatan besar bernama bangsa Indonesia. Kekuatan itu kemudian membentuk solidaritas diantara mereka sebagai bangsa baru dan melahirkan satu semangat nasionalisme yang sebenarnya sudah ada pada tempatnya dan tinggal dibangkitkan oleh para pejuangnya.

Namun semangat nasionalisme disini bukanlah kekuatan yang laten dan tidur. Nasionalisme adalah konsekuensi yang berakar dari rasa memiliki. Ia dibangkitkan dari kesadaran dalam jiwa manusia. Pada tingkatan yang lebih fisik semangat inilah yang mendorong seseorang mempunyai daya berkorban yang tinggi demi satu tujuan bersama.

Bangsa Indonesia kita memilki satu tujuan yang sama, yaitu Kemerdekaan bagi Indonesia. Segenap tenaga dikerahkan oleh para pejuangnya untuk melakukan perubahan di tanah air mereka. Apa yang mereka alami selama ini berupa penjajahan harus segera dihapuskan. Para penjajah mesti diusir demi sebuah perubahan dan mengakhiri penderitaan mereka selama ini. 

Usaha-usaha pejuang kemerdekaan kemudian membuahkan hasil pada pertengahan Agustus 1945. Kemerdekaan yang selama ini diperjuangkan oleh seluruh rakyat Indonesia akhirnya berhasil mereka dapatkan. Inilah kebahagiaan paling mengharukan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia. Bangsa ini mengalami proses yang panjang dan tidak sederhana. Mulanya ia sebagai etnis-etnis kecil, kemudian rasa ketertindasan dan ide kemerdekaan membuat mereka berhasil melewati tantangan untuk mengintegrasikan kekuatan mereka menjadi satu entitas baru bernama bangsa Indonesia, sampai pada akhirnya perubahan dari bangsa terjajah menjadi bangsa merdeka merupakan pencapaian mengharukan bangsa ini. []

Labels: